SMKN 1 Sragen – Website Official SMKN 1 Sragen

(0271) 891163

info@smkn1sragen.sch.id

Hal Yang Harus Disiapkan Bagi Tenaga Pendidikan Dalam Menyambut Kurikulum Baru

Pendidikan di Indonesia pastinya ada perubahan yang dilakukan oleh siswa-siswi. Kurikulum merupakan suatu rencana yang mengatur kegiatan belajar oleh pendidikan dalam pencapain kompetensi siswa. Pembelajaran kurikulum akan lebih optimal oleh peserta didik dan bisa mendalami konsep tersebut dan disesuaikan oleh kebutuhan siswa. Penggunaan kurikulum sangat erat dengan keterkaitannya dengan  ijazah,ijazah sendiri memiliki gambaran kemampuan pada setiap siswa. Apabila setiap siswa mendapatkan ijazah berarti siswa tersebut mampu dalam menguasai mata pelajaran sesuai kurikulum yang berlaku.

Dapat diartikan secara umum oleh subjek yang melekat pada status kedudukan bahwa subjek dalam hubungannya itu berperan penting dalam aspek pendidikan. Pada hakikatnya kurikulum memiliki masa lampau dalam relasinya dengan masa kini bahwa pendidikan merupakan suatu proses sosial masyarakat dan bagi masyarakat itu sendiri.

Kurikulum ajaran tahun 2013 lebih menekankan pendidikan berkarakter dalam seluruh pembelajaran pada setiap bidang studi. Ciri kurikulum ini berbasis pelajaran tematik dengan itu terdapat materi yang ditambahkan. Perlu diketahui rencana kurikulum baru yang akan berlaku pada tahun ajaran 2022 akan tidak terlalu fokus materi. Hal ini bertujuan agar siswa tercapai karakter yang baik.

Perubahan kurikulum baru ini menerapkan model pembelajaran tahun ajaran baru dijenjang sekolah bagi peserta didik. Model pembelajaran ini dijenjang pendidikan Anak Usia Dini, Sekolah Dasar, Sekolah Menegah Pertama, Sekolah Menegah Atas, dan Sekolah Menengah Kejuruan. Aturan dalam mengenai kurikulum ini khusunya diterapkan dalam kurikulum baru yaitu prototipe, kurikulum ini dikatakan untuk pemulihan pembelajaran dalam sesuai karakter pengembangan.

Di jenjang SD adanya penggabungan mata pelajaran IPA & IPS menjadi IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) yang awalnya mulanya terpisah di kurikulum 2013. Dan di jenjang SMP menggunakan kurikulum prototipe pembelajaran informatika. Pada jenjang SMA adanya penghilangnya pelajaran IPA & IPS. Di jenjang SMK memiliki mata pelajaran yang umum dan kejuruan lebih ke 70% praktik kejuruan dari pada materi pelajaran kurikulum.

Dalam kurikulum prototipe memiliki mata pelajaran seperti kurikulum sebelumnya yaitu Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Pendidikan Jasmani, Seni Budaya, IPA, IPS, Matematika, Keterampilan Kejuruan, dan Muatan Lokal. Pada kurikulum sebelumnya memiliki pengembangan materi dan evaluasi pembelajaran dari guru dan menyelesaikan materi sesuai waktu yang ditetapkan. Pengembangan materi kurikulum mulai ditetapkan dalam metode materi.

Selain media pembelajaran metode yang digunakan dalam project based learning yang dilakukan guru atau sekolah lainnya karena sangat mudah dan menarik saat mempraktikkannya. Metode materi pemahaman dalam project tersebut bisa bermunculan pertannyaan dengan apa yang keterkaitan dengan project tersebut. Dalam kurikulum prototipe pemerintah berupaya menyelenggarakan proses kegiatan belajar dengan sebaik-baiknya. Pengembangan kurikulum menjadi pembelajaran yang mengarahkan kualitas peserta didik sebagai komponen pembelajaran dari bagian kurikulum.

Kompetensi peserta didik perlu menerapkan karakter dan mengembangakan materi pelajaran yang perlu dikuasai peserta didik. Dasar kurikulum ini juga perlu melakukan prinsip-prinsip ketika guru merancang sistem pembelajaran. Sekolah dan guru mengembangkan kurikulum menjadi perangkat ajar sesuai dengan karakteristik pendidikan dan peserta didik.

Pembelajaran reguler dalam setiap pelajaran mengarah ke profil pancasila. Pemerintah mengatur pembelajaran sesuai pelaksanaan waktu mata pelajaran dalam jam pelajaran. Oleh karena itu, waktu yang ditargetkan untuk 1 tahun dicapai dalam kurun 1 semester. Pengaturan target waktu pembelajaran dilakukan agar pembelajaran oleh peserta didik memiliki waktu yang lebih efektif dan bisa fokus yang ingin dicapai tanpa membebaninya dengan muatan waktu terlalu padat.

Penerapan kurikukulum prototipe untuk memulihkan pembelajaran peserta didik harus mampu beradaptasi agar tidak ketertinggalan pembelajaran. Dalam megemplementasikan kurikulum prototipe bisa mewujudkan pembelajaran serta memperhatikan kearifan lokal. Harus diketahui kurikulum prototipe merupakan model pertama atau kasus uji. Kurikulum prototipe sebagai metode tahun ajaran 2022-2024. Metode yang diajarkan guru juga dipengaruhi oleh kurikulum yang digunakan.

Kelebihan kurikulum prototipe adalah memperkuat prinsip setiap bagian dari kurikulum sebelumnya dan mengembangkan kompetensi dan karakter setiap siswa disatuan pendidikan. Akses pada materi pembelajaran guru bukan lagi menjadi penyampai informasi. Jadi kesimpulan kurikulum prototipe merupakan kurikulum terbaru di tahun ajaran baru dengan ketentuan pemerintah pendidikan. 

 

 

 

 

Didukung Oleh :