SMKN 1 Sragen – Website Official SMKN 1 Sragen

(0271) 891163

info@smkn1sragen.sch.id

Apa itu Ikatan Ionik dan Apa Perbedaannya dengan Ikatan Ion

Tahukah Anda bahwa di dalam larutan elektrolit mewujudkan muatan ion yang berbeda beda. Ion ion yang berbeda tersebut berasal dari ikatan ionik yang dilarutkan dengan pelarut. Lalu apa itu ikatan ionik dan apa perbedaannya dengan ikatan ion? Berikut ini penjelasan lebih jelas mengenai ikatan ionik dan perbedaanya dengan ion.

Pengertian Ikatan Ionik dan Proses Pembentukannya

Ikatan ionik tersusun dari ion ion dan senyawa kimia ini disatukan dengan gaya elektrostatik. Ion ion akan mengalirkan listrik jika ion senyawa tersebut dilarutkan dan penyusun senyawanya bebas untuk bergerak. Dari ion ion tersebut terdapat dua jenis muatan ion untuk bisa menetralkan yaitu muatan negatif dan muatan positif.

Dengan adanya perbedaan antara kedua ion positif dengan ion negatif yang menggunakan gaya elektrostatik sehingga mereka akan saling tarik menarik.

Cara Pembentukan Ionik

Pembentukan ionik sendiri terbuat dari ion yang konstitusinya melalui presipitasi, penguapan dan pembekuan. Ionik juga terbentuk dari logam reaktif misalnya logam alkali kemudian bereaksi secara langsung dengan halogen elektronegatif kemudian terbentuk ikatan ionik. Selain itu senyawa tersebut diperoleh dari sintesis untuk menghasilkan reaksi setiap padatan dengan suhu yang tinggi.

Di dalam pelarut senyawa ionik larut kemudian senyawa tersebut akan menjadi padatan dan menguapkan pelarut dari larutan elektrolit. Saat proses pelarutan ion tidak diuapkan karena akan tetap berada tinggal jika sudah padat kemudian ada nukleasi yang akan mengkristal. Hal ini terjadi di alam yang merupakan salah satu cara pembentukan dari mineral evaporit.

Pengertian Ikatan Ion dan Proses Pembentukannya

Ikatan ion merupakan sebuah elektron yang melakukan serah terima yang kemudian terbentuk ion negatif dan ion positif yang memiliki kesamaan yang serupa gas mulia. Kemudian kedua ion ini, negatif dan positif tersebut diikat pada gaya elektrostatik.

Ikatan ion sendiri dapat melakukan perpindahan elektron sehingga atom yang memperoleh elektron berubah menjadi muatan yang negatif, sementara atom yang kehilangan elektron berubah menjadi muatan positif. Atom akan berubah menjadi ion negatif jika elektronnya bertambah sehingga terkenal dengan istilah anion. Sementara dengan atom yang berkurang menjadi ion positif atau dengan istilah kation.

Proses Pembentukannya Ion

Proses pembentukannya ion bisa dicontohkan dengan pembentukan Natrium (Na) dan Klorin (Cl). Natrium yang mempunyai konfigurasi elektron (2, 8, 1) maka dari itu 1 akan lebih stabil jika dilepaskan dan menjadi konfigurasi elektron (2, 8). Sementara dengan Klorin mempunyai konfigurasi (2, 8, 7) konfigurasinya akan stabil jika ditambah satu elektron dan menjadi (2, 8, 8).

Jadi, supaya Natrium dan Klorin akan lebih stabil maka natrium akan memberi satu elektron dan natrium akan memberikan satu elektron ke klorin. Natrium akan menjadi lebih kecil jika kehilangan 1 elektron. Dan sebaliknya dengan klorin, jika diberi satu elektron dari natrium maka akan jadi lebih besar apabila dibandingkan dengan ukuran yang sebelumnya.

Sehingga ion positif akan memiliki ukuran lebih kecil, sedangkan yang memiliki ukuran lebih besar yaitu ion negatif. Saat elektron melakukan pertukaran, Natrium (Na) akan membentuk muatan positif (Na+) dan Klorin (Cl) membentuk muatan (Cl-). Untuk membentuk ikatan ionik dengan gaya elektrostatik dari kedua muatan Na+ + Cl- = NaCl.

Penegasan Perbedaaan Ikatan ionik dan ion serta contohnya

Jadi ikatan ionik adalah ion ion yang membentuk menjadi senyawa yang berikatan dengan proses terjadinya serah dan terima elektron misalnya Natrium (Na) dan Klorin (Cl). Sedangkan ikatan ion adalah senyawa yang memiliki muatan negatif dan muatan positif. Jadi perbedaan antara kedua ikatan tersebut terdapat pada suatu unsur senyawa.

Contoh dari ikatan ion :

a. K2O mempunyai ikatan ionik yang meliputi K adalah logam golongan (IA) sedangkan O adalah non logam golongan (VIA).
b. LiF mempunyai ikatan ionik karena Li adalah logam dari golongan IA dan F adalah non logam golongan VIIA

Contoh dari ikatan ionik :
a. CH4 tidak mempunyai ikatan ionik C adalah non logam golongan (IVA) dan H adalah non logam golongan (IA).

Nah sekarang sudah paham bukan apa itu ikatan ionik dan perbedaannya dengan ikatan ion. Jadi kalian harus bisa bedain antara ikatan ion dan ikatan ionik jangan sampai tertukar yah!

Didukung Oleh :